Tips Agar Traktor Sawah Tetap Awet

Traktor Sawah merupakan alat bantu pertanian yang sangat penting bagi para petani. Traktor Sawah adalah kendaraan yang didesain khusus untuk kebutuhan daya tarik (fraksi) tinggi dengan kecepatan rendah. Alat ini biasanya dipasangkan alat bantu pengolahan lahan pertanian, di antaranya aneka jenis bajak.


Dengan gencarnya program kementerian pertanian terkait meningkatkan luas areal sawah untuk peningkatan produksi, maka keberadaan Traktor Sawah sangat diperlukan, khususnya para petani. Meskipun sebagian petani mampu menyediakan mandiri peralatan ini, namun banyak para petani kurang memperhatikan perawatan dan pemeliharaan beragam suku cadang Kurangnya perawatan ini membuat kondisi alat ini kerjanya tidak maksimal dan mudah rusak.

Tips merawat spare part traktor sawah

1. Periksa V-Belt
Ketegangan V-Belt haruslah pas. Belt yang dipakai lama akan mengembang dan menyebabkan kendur, serta mudah terjadinya slip. Bila terlalu kencang, belt akan mudah rusak dan putaran mesin menjadi tidak normal.

2. Periksa Mur dan Baut
Sebaiknya sebelum dan sesudah penggunaan Traktor Sawah, mur dan baut harus diperiksa. Bila mir dan baut kendur, maka bisa berakibat bagian-bagian traktor lepas atau menimbulkan kerusakan yang berat.

3. Periksa Tuas Kontrol
Seluruh tuas kontrol/kendali haruslah beroperasi dengan baik. Dengan itu, pengguna traktor sawah juga dapat mengoperasikan dengan baik. Ada beberapa tuas kontrol yang dapat diatur pergerakannya, seperti kopling utama, kopling kemudi, gas, dan rem.

4. Periksa Tekanan Ban
Tekanan ban traktor haruslah standar yakni 16,5 psi. Diusahakan jangan terlalu keras atau kempes. Dan sebaiknya tekanan kedua ban harus sama agar seimbang.

5. Periksa Bahan bakar
Tangki traktor harus terisi cukup bahan bakar, dikarena tangki kosong akan menyebabkan masuknya udara ke saluran bahan bakar, dan menyebabkan traktor sulit dihidupkan. Saat traktor tidak dipakai atau disimpan, sebaiknya tangki jangan sampai kosong. Hal itu dapat menyebabkan pengembunan. Embun yang banyak akan berakumulasi dalam tangki, bila masuk ke dalam ruang pembakaran, maka akan merusak motor penggerak.

6. Periksa Saringan Udara
Biasanya Traktor Sawah bekerja di Medan yang berdebu dan menyebabkan saringan udara mudah kotor. Saringan udara haruslah dalam keadaan yang bersih, sehingga proses penyaringan tetap baik. Buka dan bersihkan saringan udara dengan rutin dan berkala. Bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih, karena bila kotor akan menyumbat lubang nozel.

7. Periksa Sistem Pendingin
Periksalah keberadaan air dan kebersihan ram radiator secara berkala, karena motor traktor biasanya menggunakan sistem pendingin air sebagai pendinginnya, baik tipe kondesor maupun kondensor.

8. Beri Pelumas
Pada traktor sawah, ada bagian-bagian perlu diberi pelumas. Ditujukan agar tidak menimbulkan gesekan dan menimbulkan panas. Bagian-bagian yang perlu diberi pelumas di antaranya bagian dalam motor dan gigi transmisi. Kedua bagian itu harus diberi pelumas berkala agar kinerja traktor dapat maksimal.

9. Periksa Implemen
Implemen traktor yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu diperiksa secara berkala. Implemen yang bergerak harus diberi pelumas agar bagus kinerjanya.

10. Periksalah Bagasi Peralatan Tangan
Taruhlah peralatan tangan pada traktor tangan di dalam bagasi yang telah disediakan. Biasanya bagasi itu terdapat di bagian atas traktor.

11. Periksa Kawat Kabel Kopling
Usahakan kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket, kawat kabel perlu dilumasi dengan oli. Bagian lain dari traktor yang bergesekan dan harus dilunasi oli adalah jari kopling dan pengait kopling utama serta bertujuan untuk mencegah kehausan.

0 0
Feed