Membeli ban loader merupakan investasi besar sehingga melakukan perawatan terhadap aset tersebut bisa dikategorikan sebagai upaya mempertahankan roda bisnis. Dalam hal investasi alat berat, usaha menjaga modal agar tetap dapat dimanfaatkan secara maksimal adalah dengan melakukan perawatan ban loader secara berkala.

Ban besar membutuhkan perawatan agar lebih awet dan tahan lama. Jika tidak, uang yang seyogyanya dikeluarkan untuk investasi malah berbuntut kerugian. Pasalnya, harga ban jenis ini terbilang tidak murah.  Agar ban lebih tahan lama dan dapat digunakan untuk berbagai macam proyek, cermati sejumlah tips merawatban loader berikut ini.

1. Stabilkan Tekanan Angin pada Ban Depan dan Belakang

Dalam pengoperasiannya di lapangan, usahakan agar tekanan angin ban depan maupun belakang berada dalam keadaan stabil. Pasalnya, Ketidakstabilan dapat menghambat kinerja unit loader.

Sebagai contoh, jika tekanan angin pada ban depan kurang, gesekan berlebihan di bagian tepi ban bisa terjadi. Gesekan tersebut memperlambat laju loader sehingga pekerjaan tidak cepat selesai. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat membuat ban pecah karena terlalu banyak mengalami gesekan dari luar dan dalam.

Adapun tekanan yang berlebihan pada ban belakang juga tak kalah mengganggu stabilitas dan kinerja loader. Stabilizer biasanya dipasang di bagian belakang agar loader tidak limbung. Namun, penyeimbang tambahan itu tidak bisa mengatasi masalah yang timbul akibat tekanan ban yang tidak sesuai atau tidak stabil.

2. Sesuaikan Tekanan Angin dengan Beban Kerja Load

Menyesuaikan tekanan angin ban dengan beban kerja loader juga dibutuhkan agar Ban lebih tahan lama dan bisa bekerja optimal. Semakin besar massa beban, semakin besar pula tekanan anginnya. Walaupun beban yang diangkut terlihat kecil, bisa saja beratnya melebihi kapasitas kemampuan angkutnya.

Sebagai contoh, pasir basah dengan berat sekitar satu setengah ton dapat memenuhi kapasitas ember loader hingga 120%. Beban pasir halus tersebut lebih besar daripada dua buah batu besar berukuran 18 inci seberat kurang lebih 1.133 kilogram yang hanya mengisi 80% dari kapasitas ember. Itu sebabnya, beban kerja loader—dalam hal ini massa muatan—benar-benar harus diperhitungkan sesuai panduan tekanan angin dalam buku manual.

Sebaiknya Anda menghubungi produsen atau dealer unit alat berat tersebut untuk menentukan tekanan angin yang tepat sesuai beban kerjanya. Tekanan yang tepat dapat meningkatkan kinerja traksi sehingga memperpanjang usianya. Jika alat sering digunakan untuk berbagai kebutuhan berbeda, gunakan tekanan angin yang sesuai untuk beban kerja berat. Selain itu, jangan mengangkut material melebihi kapasitas alat.

3. Hindari Perputaran Ban Loader secara Berlebihan

Setiap gerakan yang dilakukan ban sebenarnya memberikan gesekan yang membuatnya menipis. Perputaran ban loader berlebihan sama dengan mempercepat proses penipisan ban. Oleh karena itu, sebaiknya operator menggunakan mesin hidrolik untuk menggerakkan material saat mengisi ember daripada melakukan gerakan maju mundur. Beberapa model alat ini miliki fitur untuk mengatur putaran.

4. Batasi Kerja Loader di Area Basah

Tanah basah menyebabkan alat berat bekerja lebih berat. Hal ini juga mengakibatkan tanah licin yang mengurangi daya tekan ban pada tanah sehingga membuatnya lebih banyak mengalami gesekan. Selain itu, air bisa membuat ban mudah tertusuk benda tajam. Mengingat mengurangi kadar air tanah susah dilakukan, kita bisa memperlama usia ban dengan mengurang jumlah pekerjaan alat.

5. Operasikan Alat Secara Perlahan

Alat berat memang dibutuhkan untuk melakukan konstruksi agar proses pembangunan bisa lebih cepat. Namun, bukan berarti alat harus dipaksa kerja cepat. Mobilitas cepat menyebabkan suhu alat berat meningkat dan menyebabkan ban lebih rentan rusak. Oleh karena itu disarankan agar alat berat dioperasikan secara perlahan untuk memperlama usianya dan memungkinkan operator menghindari benda-benda tajam yang bisa merusak ban.

6. Lakukan Penjadwalan

Sering kali, kondisi medan yang harus dilalui ban depan dan belakang serta kanan dan kiri tidak sama. Hal ini membuat kondisi salah satu ban lebih cepat aus daripada yang seharusnya. Tentunya hal ini mengakibatkan timbulnya pengeluaran yang tidak sesuai waktunya.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya Anda membuat jadwal rotasi atau pergantian posisi ban depan, belakang, serta kanan dan kiri. Fungsinya adalah agar kondisi seluruh ban seragam sehingga bisa tahan lebih lama. Anda akan merasakan manfaatnya, terutama jika alat berat tersebut mengerjakan suatu proyek jangka panjang. Lakukan rotasi ban ini setiap 9.500 kilometer.

7. Memeriksa Ban Sebelum Mengoperasikan Alat

Pemeriksaan juga termasuk dalam usaha perawatan ban loader. Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain memastikan tidak ada retakan, penipisan yang tidak teratur, dan tidak ada potongan pada ban. Mendeteksi permasalahan sedini mungkin dapat mencegah pengeluaran yang lebih besar.

Pastikan juga ban memiliki penutup untuk menghindari kebocoran udara yang mengakibatkan berkurangnya tekanan. Sebagai tambahan, lakukan pemeriksaan tekanan ban saat suhunya dingin. Jika alat baru saja menempuh perjalanan jauh, tunggulah sekitar tiga jam.

Selain hal di atas, biasanya ban perlu diganti setelah melakukan perjalanan sejauh 60.000 km. Namun, dengan kondisi yang berbeda, angka itu bisa saja lebih rendah. Untuk mengetahui apakah sebuah ban harus diganti selain mempertimbangkan jarak tempuhnya adalah dengan menggunakan koin. Letakkan uang koin pada tapak ban. Jika seluruh gambar uang tersebut terlihat jelas, itu berarti ban tersebut sudah sangat tipis sehingga perlu diganti.

8. Jauhkan Ban dari Lubang di Jalan

Lubang di jalan adalah musuh bagi setiap ban, termasuk rangka kendaraan. Walaupun menghindari lubang bisa dibilang berat karena harus berpapasan dengan kendaraan lain, lakukanlah jika ada kesempatan. Jika memang tidak bisa, Anda bisa meminta operator untuk memperlambat kendaraan sepelan mungkin. Pasalnya, lubang yang terlalu besar dan dalam bisa mengganggu keseimbangan ban dan mengurangi kinerjanya.

9. Lakukan Perencanaan Pemeliharaan Ban

Agar ban bisa bertahan lebih lama, lakukan beberapa perencanaan yang meliputi

  • pengurangan jarak tempuh antararea kerja,
  • menghindari melakukan belokan tajam, dan
  • menjauhkan area kerja dari material dan bebatuan tajam.

Walaupun sangat penting, sering kali perencanaan tersebut disepelekan sehingga tanpa disadari ban menjadi aus lebih cepat daripada biasanya.

10. Menggunakan Produk Telematika

Dalam merencanakan usaha pemeliharaan ban, Anda dapat menggunakan produk telematika. Produk ini memungkinkan Anda memonitor ban loader dari jauh sehingga dapat mengetahui kondisi ban di suatu area proyek.

Hal ini memungkinkan Anda menentukan langkah-langkah pemeliharaan dan pencegahan kerusakan sesuai area sehingga usia ban bisa lebih lama. Beberapa produk memungkinkan penggunanya untuk bisa mengetahui tekanan angin dan suhu ban, serta mengatur putarannya melalui internet atau aplikasi yang disediakan.

Berbagai macam usaha perawatan ban loader perlu dilakukan agar usaha konstruksi berjalan baik & menguntungkan. Harganya yang sangat mahal merupakan salah satu alasan kenapa usaha ini dipandang penting. Selain itu, merawat ban alat berat itu bukanlah hal yang mustahil.

Selain melakukan perawatan, pastikan Anda juga memilih ban yang tepat di tempat tepercaya seperti Indo Autozone, distributor ban loader merek Gajah Tunggal yang sudah terjamin kualitasnya.