Dari sekian banyak alat berat yang ada untuk menurunkan dan memindahkan beban, crane merupakan salah satu jenis yang banyak digunakan. Prinsip kerja crane ini sendiri menggunakan sistem katrol yang dihubungkan dengan kawat, rantai, dan lain sebagainya. Secara spesifiknya, alat berat ini ditujukan untuk proses pengangkatan, penurunan, dan pemindahan beban atau muatan berat secara horizontal.

Dalam sektor industri sendiri, crane biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan industri yang terkait dengan proses bongkar muat barang seperti pada industri transportasi. Tak hanya itu, beberapa sektor lain seperti konstruksi pembangunan dan manufaktur alat berat juga tak luput menggunakan alat berat ini. Meski ada beberapa jenis crane yang statis dalam penggunaannya, namun untuk beberapa kebutuhan yang membutuhkan mobilitas tinggi, mobile crane atau crane beroda jadi pilihan utama.

Mengingat mobilitas termasuk hal yang penting untuk mobile crane, ban crane memegang fungsi penting agar kinerja bongkar muat dan pemindahan berjalan lebih lancar dengan produktifitas tinggi. Untuk itulah, pemilihan ban pada mobile crane memiliki peran yang penting agar tak salah pilih. Kebanyakan para pemilik crane hanya mementingkan aspek durabilitas saja pada ban alat bertanya tersebut. Meski durabilitas tak bisa dikesampingkan, namun ada beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan untuk performa bagus.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih ban

– Cepat Tidaknya Panas dan Pola Alur Ban Crane
Pencegahan panas berlebih telah menjadi fokus berbagai perusahaan ban crane dalam beberapa tahun belakangan ini. Peningkatan untuk meredam panas ini dilakukan dengan menggunakan pola yang acak atau tak beraturan pada bagian kembang atau tapak ban. Selain meredam tingkat panas, hal ini bertujuan untuk menjadikan konsumsi bahan bakar lebih efisien dan daya kontol saat mengemudikan mesin lebih baik. Ban yang memiliki berat lebih ringan juga menghasilkan daya redam panas yang lebih baik.

Desain pola kembang atau tapak juga jadi bagian yang perlu dipertimbangkan tak hanya untuk meredam panas namun juga untuk menunjang keamanan saat kondisi basah. Dalam kondisi basah, alur kembang yang berada di permukaan ban akan menjadi tempat untuk mengalirkan air agar tak mengganggu permukaan ban yang berpengaruh terhadap daya cengkram nantinya. 

Jadi efektifitas drainase ban akan dipengaruhi oleh pola, yang berarti semakin banyak alur ban semakin baik drainasenya dalam kondisi basah akan tetapi kurang menunjang daya cengkramnya saat berada di kondisi biasa. Pemilihan ban crane dengan tapak alur yang seimbang dengan luas permukaan akan menyediakan drainase yang baik sekaligus cengkraman yang baik saat kondisi kering.

– Fokus Untuk Berbagai Kondisi Permukaan Tanah
Jika anda termasuk pemilik crane yang melakukan kerja untuk berbagai kondisi permukaan tanah sehingga masih sanggup untuk off-road ataupun berjalan di aspal sekalipun, pola alur ban crane memegang peran yang vital. Untuk fungsionalitas semacam ini, pemilihan pola yang acak pada ban bisa jadi sebuah hal yang tepat. Selain dapat mereduksi guncangan yang terjadi, alur acak diagonal ini juga membuat ban bertahan lebih lama dengan tetap mengutamakan cengkraman yang baik.

– Kondisi Permukaan yang Tak Rata
Dalam kondisi permukaan yang tak rata dan kasar, penggunaan ban radial tak diperlukan. Hal yang perlu dipertimbangkan saat berada dalam medan seperti ini adalah dengan mempertimbangkan kemampuan ban crane dalam melakukan muatan dengan melihat index load-nya. Selain itu, ketahanan lapisan samping ban dari bebatuan dan tusukan juga jadi pertimbangan ketika menghadapi medan kasar yang secara umum dikemudikan dengan kecepatan rendah.