Sebagian besar masyarakat pastinya sudah sangat memahami adanya beragam kendaraan hasil perkembangan teknologi yang semakin canggih untuk menunjang kehidupan manusia. Namun demikian, tak sedikit yang belum memahami kendaraan seperti apa yang pernah dijumpai di sejumlah proyek jalan raya ataupun area konstruksi lainnya. Salah satunya adalah vibratory roller. Ini merupakan semacam alat yang digunakan untuk memadatkan tanah dengan menggunakan sistem getaran. Getaran yang dihasilkan dari alat tersebut mampu menghasilkan semacam gaya tekanan vertikal pada tanah yang dilaluinya sehingga kerikil ataupun tanah yang ada di area tersebut menjadi padat.

Jenis vibrator yang perlu diketahui

Secara umum, ada dua jenis vibratory roller tersebut, yaitu single drum vibrator roller dan double drum vibrator roller. Tentu saja, keduanya memiliki perbedaan dan kesamaan. Secara fungsi dan perannya, keduanya sama-sama digunakan sebagai pemadat tanah. Hanya saja, yang membedakan keduanya adalah keberadaan silinder drum yang digunakan. Pada single drum vibrator roller tentu hanya ada satu silinder drum yang digunakan. Sedangkan pada double drum vibrator roller terdapat dua silinder drum. Kapasitas serta tekanan yang dihasilkan kedua jenis vibrator drum tersebut pastinya juga berbeda yang mana double drum vibrator roller memiliki kapasitas serta tekanan yang lebih berat dibandingkan jenis single drum vibrator roller. Alat pemadat tanah atau vibratory roller tersebut banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi serta jasa bangunan. Tentunya dengan pemakaian serta perawatan yang tepat akan membuat peralatan ini akan lebih tahan lama dan awet yang mana ini akan sangat menekan biaya perawatannya menjadi lebih murah. 

Baca Juga: Mengenal Fungsi dan Apa Itu Vibratory Roller

Setelah mengetahui apa sebenarnya vibratory roller serta jenisnya, Anda mungkin tertarik untuk mengetahui bagaimana cara pemakaiannya. Sebelum mengoperasikan alat pemadat tanah tersebut, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan pengecekan pada mesin, antara lain:

• Pengecekan bahan bakar untuk memastikan bahwa telah terisi penuh.
• Pengecekan tangki bahan bakar untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran. Bila terjadi kebocoran tentu perlu segera mendapatkan tindakan.
• Pengecekan terhadap tangki air untuk memastikan telah terisi penuh.
• Mengecek kondisi mesin apakah masih dalam kondisi prima dan baik.
• Mengecek oli mesin untuk memastikan bahwa telah terisi.
• Mengecek koneksi kabel untuk memastikan apakah sudah berada di posisi yang kencang dan benar.
• Mengecek kondisi stang ataupun tuas gas untuk memastikan kondisinya pada posisi netral.

Setelah melakukan sejumlah langkah pengecekan di atas, barulah bisa mengoperasikan alat pemadat tanah tersebut. Berikut ini adalah beberapa tahapan untuk mengoperasikan vibratory roller yang ternyata cukup sederhana:

• Mengatur tuas gas pada posisi minimum supaya tarikan gas tidak terlalu kencang ketika mesin dijalankan.
• Membuka katup bahan bakar supaya bahan bakar yang ada pada tangki bisa turun ke mesin. 
• Sebelum menyalakan mesin, putar kunci ke posisi on.
• Untuk menghidupkan mesin, Anda bisa menarik tuas gasnya. Setelah mesin menyala, perlu dilakukan pemanasan mesin selama 5 hingga 10 menit supaya oli merata di mesin.
• Saat mesin telah siap, Anda bisa mengatur tuas gas dengan kecepatan sesuai kebutuhan.
• Untuk mengarahkan mesin dalam rangka memadatkan tanah, Anda bisa menggunakan batang kemudinya.

Ternyata untuk mengoperasikan vibratory roller tidak terlalu rumit. Namun demikian, untuk mengoperasikan alat pemadat tanah tersebut hendaknya dilakukan oleh operator profesional. Selain itu, alat pemadat tanah yang tersedia pun hadir dari beberapa pabrikan yang biasanya memiliki spesifikasi yang berbeda sehingga pengoperasiannya pun akan sedikit berbeda.