Anda ingin jual ban traktor bekas? Tentu saja tidak masalah, sepanjang ban bekas tersebut masih layak dipakai dan mempunyai nilai jual. Di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, menjual ban traktor bekas adalah salah satu upaya mendaur ulang ban bekas. Hal ini dilakukan mengingat butuh waktu 50-80 tahun agar ban karet terurai sempurna.

Jika Anda bertanya siapa saja pembeli potensial ban bekas ini, jawabannya beragam. Ada perusahaan yang memang membeli ban bekas untuk didaur ulang. Ada pula sesama petani atau perusahaan pertanian yang membutuhkan ban bekas untuk traktornya.

Lalu, apa saja yang berpengaruh pada harga jual ban bekas dari traktor ini? Berikut penjelasannya.

 

Menilai Kelayakan Ban Traktor Bekas

Perlu Anda tahu, berapa banyak uang yang Anda peroleh dari menjual ban traktor bekas ditentukan oleh beberapa faktor. Sama seperti menjual kendaraan atau barang bekas lainnya, kualitas berpengaruh paling besar pada harga jual ban.

Sebagai penjual, menilai kelayakan ban sebelum dilepas ke pasaran menjadi sebuah kewajiban. Anda tentu tidak ingin kehilangan calon pembeli potensial hanya karena tidak mengungkapkan kondisi ban sesungguhnya secara terbuka.

Lebih lanjut, beberapa kriteria di bawah ini akan membantu Anda menentukan apakah ban bekas traktor layak dijual atau tidak.

 

Tipe Ban Traktor

Tipe ban traktor umumnya mengikuti jenis dan merek traktor yang umum dipakai di Indonesia. Kalau Anda menjumpai begitu banyak ukuran, merek, dan tipe ban di pasaran, itu tidak terlepas dari variasi merek traktor yang ada.

Beberapa traktor ternama berasal dari merek yang familier, seperti John Deere, New Holland, Komatsu, Caterpillar, Massey Ferguson, dan Kubota. Sementara, tipe ban sendiri bervariasi sesuai ukuran, tapak, jenis, dan ketebalannya. Harga ban bekas ukuran kecil tentu lebih murah ketimbang ban bekas ukuran besar. Demikian juga dengan merek ban bekas. Misalnya, ban bekas merek Bridgestone bisa lebih mahal daripada merek Gajah Tunggal.

Sekarang, Anda tinggal meneliti lagi bagaimana tipe ban bekas yang dimiliki saat ini. Catat secara rinci spesifikasi yang tertera pada dinding ban, beserta merek, jenis traktor yang menggunakan ban tersebut, tahun pembelian, dan frekuensi pemakaian.

 

Memenuhi Spesifikasi yang Layak Jual

Spesifikasi ban bekas yang layak jual sebetulnya hampir sama saja dengan barang bekas lainnya. Meski bertitel “bekas” atau “second”, kondisi ban bagus tetap harus diutamakan. Sebab, hal ini berkaitan langsung dengan faktor keselamatan. Anda tidak ingin kan menjual ban bekas dalam kondisi rusak sampai merugikan orang lain?

Agar lebih mudah menentukan kelayakan ban bekas, klasifikasi ban sesuai kualitas ini bisa membantu Anda.

 

Grade Deskripsi
A+ Baru keluar dari pabrik, tidak pernah dipakai atau dipasang pada kendaraan
A Ban sudah dipasang pada kendaraan, tetapi masih dalam pemakaian terbatas
A- Ban dalam kondisi sangat baik, tetapi ada goresan minimal atau tidak ada pada permukaan, serta tidak terlihat dari jauh
B+ Baik, ban punya goresan kecil, tetapi tidak begitu terlihat dari jarak dekat
B Ban cukup sering digunakan, ada goresan kecil karena pemakaian, tetapi secara keseluruhan masih bagus
B- Ban masih bisa dikatakan bagus, ada goresan kecil sedikit dalam
C Ban memiliki sedikit masalah pada permukaan, terlihat jelas, tetapi tidak bengkok atau retak

 

Menentukan Harga Jual Ban Bekas

Anda bisa menentukan harga jual ban bekas yang pantas setelah menilai sendiri bagaimana kualitas ban tersebut. Faktor penentu berikutnya bisa bergantung pada jumlah pembelian ban oleh pembeli dan bagaimana permintaan ban tersebut saat ini.

Misalnya, ban merek X tergolong langka di pasaran. Maka, harga jual ban bekas tersebut lebih tinggi daripada ban merek lain yang mudah ditemui. Begitu juga dengan jumlah pembelian. Membeli dalam jumlah besar harganya bisa lebih murah ketimbang membeli sedikit.

 

Cara Mudah Menjual Ban Bekas Traktor

Kemudian, apa saja yang perlu Anda siapkan ketika ingin menjual ban bekas traktor ini? Yuk, perhatikan langkah-langkah berikut.

 

Teliti Setiap Inci Penampakan Ban

Teliti sekali lagi penampakan ban dari segala sisi. Tidak hanya sisi luar, tetapi juga bagian dalamnya. Maksimalkan indra penglihatan dan peraba Anda saat memeriksa ban. Apakah ada permukaan ban yang berlubang atau tergores, bagaimana tingkat kerusakannya, masih bisa diperbaiki atau tidak, terlihat jelas atau tersamar baik, dan lain-lain.

 

Ukur Tapak Ban dengan Saksama

Anda bisa membeli alat pengukur tapak ban di toko onderdil atau toko perkakas. Pilihan lain, pakai pengukur buatan sendiri yang mudah dibuat. Caranya, ambil satu lembar kertas dan tekan hingga ke dalam ceruk tapak ban. Tandai kedalaman dan ukur memakai penggaris. Jika kedalaman masih berkisar lebih dari 1/8 inci atau sekitar 0,3 cm, maka ban tersebut dinilai layak jual.

 

Menentukan Harga Ban

Selain faktor permintaan, jumlah pembelian, merek, dan jenis ban, kedalaman tapak ban juga berpengaruh pada harga. Hitungan sederhananya begini. Ban bekas yang Anda punya memiliki sekitar setengah dari tapak yang asli, maka ban bisa dijual sekitar 50% dari harga barunya. Artinya, ban bekas tersebut “hanya” aus separuhnya saja dan masih bisa berfungsi cukup baik.

 

Foto Ban dari Segala Sisi

Memasang foto ban dari segala sisi akan membantu Anda menjelaskan kondisi ban sesungguhnya pada calon pembeli. Ini perlu terutama jika Anda ingin menjual ban secara online, seperti lewat marketplace. Selain itu, dokumentasi foto ini juga bagus untuk catatan inventori usaha Anda karena semua barang terekam dengan baik.

 

Hubungi Toko Ban Bekas atau Unggah di Marketplace

Ada dua tempat yang tepat untuk menjual ban bekas traktor milik Anda. Pertama, hubungi toko atau distributor yang memang menerima ban bekas untuk dijual kembali. Kedua, Anda bisa mengunggah foto ban bekas itu di marketplace dan berinteraksi langsung dengan calon pembeli.

 

Demikian informasi tentang cara menilai kelayakan ban sebelum jual ban traktor bekas. Semoga bisa menjadi referensi untuk Anda.