Cek Tekanan Ban Traktor

Seperti kita ketahui bahwa tekanan ban sangat penting agar traktor bisa bekerja dengan baik. Semua operator traktor mengetahui bahwa traktor bisa berjalan lebih baik dan lebih ekonomis dengan tekanan ban yang pas. Sayangnya, hanya sedikit operator traktor yang memastikan tekanan yang tepat, pada ban traktor ini sebelum memulai pekerjaan baru.

Padahal, menjalankan traktor dengan tekanan ban yang salah bisa memengaruhi kinerja traktor, keausan ban, dan pemadatan tanah. Namun, kenyataannya di industri  yang bahkan menggunakan traktor secara maksimal atau powerful, cara menggunakan power dengan efisien pun masih kurang diperhatikan.

 

Alasan Terjadinya Kesalahan Tekanan Udara Ban Traktor

Inilah beberapa hal yang sering menyebabkan tekanan udara tidak sesuai rekomendasi.

  • Para operator traktor gagal paham terkait pemisahan berat traktor, beban muatan traktor, pekerjaan yang dilakukan, serta kecepatan operasional dari traktor tersebut.
  • Salah satu kesalahan konsep yang selama ini dijadikan acuan oleh banyak orang, yaitu bahwa yang membawa beban traktor adalah ban traktor. Padahal udara dalam ban yang justru mendukung beban tersebut. Oleh karenanya jika tekanan ban baik ban depan maupun belakang berkurang, traktor tidak lagi memiliki kapasitas untuk mendukung beban berat tersebut.
  • Kemalasan dan ketidakpedulian dari operator traktor untuk secara rutin mengecek kondisi tekanan ban, pada saat memulai pekerjaan baru yang berbeda.
  • Saat ini traktor menjadi alat berat yang serba guna sehingga petugas yang memuat beban pada traktor, sering menyebabkan traktor mengalami kelebihan beban. Kondisi ini tentu mengakibatkan kinerja traktor di bawah rata-rata dan membuat ban menjadi aus.

 

Ini yang Terjadi Jika Mengabaikan Tekanan Ban Traktor

Banyak operator yang menganggap enteng jika tekanan ban kurang tepat, hingga tidak mau meluangkan waktu untuk mengecek tekanan udara ban traktor secara teratur. Hal ini menjadi kebiasaan sehingga membuat traktor berkurang efisiensinya dan biaya bahan bakar meningkat.

  • Jika di dalam ban traktor tedapat terlalu sedikit udara, dapat menyebabkan sisi luar ban retak. Tekanan udara yang kurang dari 10% di bawah tekanan normal sesuai rekomendasi, bisa berakibat mengurangi masa pakai ban tersebut hingga 15%.
  • Sebaliknya, jika terjadi kelebihan udara dalam ban traktor dapat mengakibatkan tapak yang lebih kecil dan pemadatan tanah naik. Selain itu, saat dijalankan traktor terasa lebih kasar dan kurang nyaman, akibat fleksibilitas ban berkurang. Kinerja traktor secara keseluruhan pun menurun dan ban traktor cepat aus.
  • Jika kelebihan tekanan udara dalam ban ini mencapai 20%, akan mengurangi kinerja traktor hingga 30%.
  • Jika para operator traktor tidak mengecek tekanan udara secara teratur, traktor bisa kekurangan pelumas sehingga bisa menyebabkan kerusakan motor. Ban akan mulai mengalami kelebihan beban dan lama-lama bisa hancur.
  • Tekanan udara ban setiap kendaraan baik mobil, motor, dan truk memang harus dimonitor secara khusus. Namun, pada traktor jika tekanan udara pada ban traktor tidak tepat, dampaknya akan lebih besar. Dampak ini berpengaruh pada tenaga, daya tarik, kualitas kenyamanan traktor, serta kepadatan tanah.

 

5 Tips Mengatasi Tekanan Ban Traktor Anda

Sebagian besar atau  ¾ dari kerusakan ban traktor ini disebabkan oleh petugas pemuat barang yang menempatkan beban melebihi kemampuan traktor, ditambah operator traktor yang bersikap kurang peduli. Sebagian lagi disebabkan para petani lupa untuk mengecek tekanan ban  saat mulai pekerjaan baru yang menuntut implementasi baru.

Nah, inilah beberapa tips mengatasi tekanan ban traktor yang bisa Anda terapkan.

  1. Jika Anda tidak dapat menentukan tekanan ban yang optimal Anda disarankan untuk menghubungi ahli ban atau dealer traktor. Setiap pemilik traktor tentu memiliki pilihan dealer ban mobilnya, jadi sebaiknya jika ada keraguan bicarakan masalah Anda dengan mereka.
  2. Kegagalan yang merugikan ban traktor ini, sebetulnya bisa diatasi dengan pengukuran tekanan udara menggunakan alat pengukur (gauge). Dengan demikian, Anda dapat menghemat biaya perawatan cukup banyak, jika dibanding apabila ban telah mengalami kerusakan.
  3. Alat pengukur ini harus selalu Anda bawa saat melakukan perawatan rutin traktor Anda, karena bisa membantu ketepatan tekanan inflasi. Tanpa alat pengukur ini, anda tidak dapat mendeteksi secara detail tekanan inflasi sesuai yang direkomendasikan.
  4. Anda juga harus memahami beragam paket ban traktor, pasalnya berbagai jenis ban memiliki spesifikasi tekanan ban yang berbeda. Jadi, pastikan Anda memenuhi persyaratan tekanan ban untuk keseluruhan paket ban yang Anda miliki. Anda bisa membaca buku manual terkait spesifikasi ini atau hubungi layanan pelanggan dealer Anda.
  5. Pemeliharaan ban juga penting untuk menjaga ban tetap bersih dan bebas dari produk minyak yang bisa merusak kondisi ban.

Intinya, dibandingkan dengan kendaraan lain seperti mobil dan truk, ban traktor didesain hanya menggunakan beberapa unit  tekanan ban traktor. Jadi, yang harus dilakukan adalah mengatur tekanan ban traktor di level yang tepat serta sesuai dengan spesifikasi traktor.

Selain itu, jangan lupa menerapkan minimum dan maksimal muatan pada traktor serta pengaplikasian traktor sesuai standar. Jika Anda melakukan semua itu dengan benar, traktor bisa meminimalisasi kepadatan tanah, mendapatkan daya tarik maksimal, serta memberikan kenyamanan saat mesin dipakai.

Ingat bahwa traktor digunakan dalam interval yang berbeda, jadi cek tekanan udara ban traktor, secara teratur atau setiap hari sesuai rekomendasi buku manual. Selain itu, pahami tanda-tanda ketidaktepatan tekanan ban, yang dapat membantu Anda melihat kapan ban traktor membutuhkan penanganan. Mengetahui persyaratan tekanan ban pada traktor, dapat membantu masa pakai ban dan traktor Anda menjadi tahan lebih lama. Semoga bermanfaat.