Ban Traktor

Bagaimana cara memilih ban traktor yang tepat? Barangkali pertanyaan ini sering dilontarkan oleh para konsumen. Jawabannya adalah Anda sebaiknya mengetahui manfaat dari setiap jenis ban serta seluk beluknya, sebelum menentukan pilihan ban yang tepat bagi traktor Anda.

Dengan mengambil keputusan yang tepat saat memilih ban  traktor, Anda tidak akan merugi. Ban traktor memiliki peran besar sehingga traktor bisa memiliki tenaga saat dipergunakan di lapangan. Oleh karenanya, pemilihan ban yang tepat  harus melalui pertimbangan menyeluruh terkait jenis, ukuran yang dibutuhkan, kondisi tanah, tugas yang harus dikerjakan traktor, serta harga.

Berikut ini seluk beluk terkait jenis ban traktor yang perlu Anda ketahui, sehingga Anda bisa memilih ban traktor yang tepat.

 

1. Tipe Ban Traktor

Terdapat tiga jenis utama ban traktor keluaran Kubota buatan Jepang yang memimpin pasar saat ini. Kubota menawarkan berbagai pilihan produk traktor berbagai ukuran baik kecil maupun besar, sesuai penggunaan  dan skala yang beragam.

Traktor Kubota ini memberikan performa dengan daya fleksibilitas yang tinggi,  untuk penggunaan di lahan persawahan, ladang, perkebunan, peternakan, hingga taman. Tiga tipe utama ban traktor dari Kubota yang dibedakan berdasar fungsi dan peran khusus untuk berbagai jenis pekerjaan yaitu Turf, R4s (Workside), dan Ag.

  • Turf
    Ban Turf merupakan ban yang kurang agresif di antara ketiga jenis ban traktor tersebut. Ban jenis ini cocok jika Anda ingin menggunakan traktor untuk memotong permukaan sebanyak 80% saja.  Ban ini memang tidak  didesain untuk membuat lahan Anda benar-benar gundul.
    Ban Turf memiliki desain R-3, bisa digunakan di lahan apapun tanpa mengalami kerusakan berarti. Ban Turf ini juga memiliki daya tarik yang bagus di lahan kerikil dan berpasir. Beberapa ban Turf memiliki desain tapak yang luas yang sering digunakan di lereng bukit.
  • R4s (Composite Worksite)
    Di jajaran jenis ban traktor, ban R4 paling baik jika digunakan untuk lahan keras karena terbuat dari bahan campuran bahan yang keras. Oleh karenanya, performa ban ini jauh lebih baik jika digunakan di lahan kering seperti aspal, beton, dan kerikil. Berhubung ukuran ban lebih lebar, ban ini memiliki permukaan yang lebih luas. Dengan demikian, tekanan ban dapat dikurangi dengan penyebaran keseluruhan bebannya.
  • Ag
    Ag merupakan ban yang dianggap paling agresif di antara ketiganya. Ban jenis ini dibuat khusus untuk lahan yang lembut dan gembur. Desain sempit yang dimiliki ban ini, mampu meningkatkan daya tariknya secara maksimal pada permukaan yang lembut. Ban jenis ini sangat direkomendasikan untuk dipakai di lahan berlumpur, semak belukar, serta lahan pertanian umumnya.
    Ban Ag (R-1) umumnya dipilih untuk pertanian lahan kering. Ban Ag paling agresif adalah R-1W yang memiliki 25% tapak lebih dalam dibandingkan R-1. Ban ini paling cocok digunakan di lahan basah, lembab, dan tanah liat.
    Sedangkan ban R-2 merupakan varian Ag dengan kedalaman tapak dua kali lipat dibandingkan R-1. Desain agresif ini cocok untuk pertanian lahan basah dan berlumpur, serta banyak digunakan di sawah atau perkebunan tebu.

 

2. Pilihan Ban Depan

Ban depan hadir dengan motif beragam, meski yang disukai adalah ban bergaris. Ban bergaris ini bisa terdiri dari satu, dua, tiga, hingga empat, bahkan lima motif garis dengan kelebihan masing-masing. Ban bergaris satu atau F-1 dikenal sebagai ban satu garis. Model ban ini bisa masuk ke dalam tanah sehingga steering control-nya bisa maksimal.

Sedangkan ban bergaris tiga atau disebut F-2, dengan desain yang diusungnya memiliki steering control yang maksimal  serta antiselip. Ban bergaris empat atau F-2M, cocok bila digunakan untuk mengangkat beban berat di lahan keras. Distribusi beban dan kualitas daya apungnya juga cukup istimewa. Sementara ban bergaris lima yang didesain untuk industri, mampu memberikan durabilitas dan handling yang baik.

 

3. Ban Radial VS Ban Bias (Ban dengan lapisan tali karet dengan pola garis silang diagonal)

Banyak orang tidak mengetahui perbedaan antara ban radial dan ban bias. Di dunia traktor, ban bias ini harganya lebih terjangkau dan lebih banyak digunakan. Pasalnya, sisi luar ban ini  kuat, sehingga tahan terhadap kerusakan akibat batu-batuan.

Sementara ban radial harganya jauh lebih mahal, tetapi lebih awet dan nyaman dipakai. Selain itu, ban radial juga dapat berjalan dengan tekanan udara yang lebih rendah. Kondisi ini membuat traktor memiliki daya tarik  10 – 15% lebih banyak, dengan bahan bakar yang irit dan efisien. Untuk pemakain di trotoar, jika dibandingkan kinerja dari ban bias, kinerja ban radial 33% lebih baik.

 

4. Ban Campuran

Traktor juga bisa menggunakan ban campuran antara desain radial dan bias, meskipun memiliki kinerja yang lebih rendah. Namun, jika traktor menggunakan ban depan dengan sistem Mechanical Front Wheel Drive (MFWD), putaran lingkar harus sesuai dengan traksi rasio gigi depan dan belakang.

Pastikan jika Anda berniat menggunakan ban yang ukurannya berbeda dari bawaan  aslinya,  Anda harus berkonsultasi dengan pihak produsen. Tentunya untuk memastikan tidak terjadi kerusakan pada komponen kemudi yang harganya cukup mahal.

 

5. Pilihan Ban Jenis Lain

Untuk meningkatkan kinerja ban traktor, industri ban telah menghadirkan ban dengan fungsi khusus. Desain ini disebut desain High Flotation seperti HF-1, HF-2, HF-3, dan HF-4. Desain ini memiliki volume udara lebih besar serta dapat beroperasi dengan tekanan rendah.

 

Nah, kesimpulannya dengan banyaknya pilihan ban traktor, memilih ban traktor yang tepat bisa menjadi pekerjaan yang sulit. Intinya, jika Anda telah berpengalaman menggunakan ban tertentu, yakinlah pada pengetahuan Anda. Sebaliknya, jika Anda masih belum yakin bahwa Anda telah memilih ban yang tepat, sebaiknya berkonsultasi pada ahlinya.