Seorang pria sedang mengecek ban forklift

Untuk bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal, setiap forklift memerlukan penggantian komponen secara berkala. Salah satu komponen ini adalah ban forklift. Ban merupakan tumpuan utama saat forklift berjalan dan menahan beban. Karena itu memastikan kondisinya selalu baik adalah kunci penting agar forklift bisa bekerja maksimal.

Karena setiap jenis ban memiliki metode tersendiri untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggantinya. Ban jenis cushion misalnya, memiliki satu set angka ukuran di atas permukaannya. Misalnya, jika Anda melihat angka yang tercetak adalah 21x7x15, maka artinya ban itu berukuran 21 inci. Saat ban digunakan, bagian karennya akan habis dan aus perlahan-lahan sampai menyentuh cetakan angka-angka ini.

Ketika ban sudah mencapai kondisi seperti itu, maka berarti sudah saatnya Anda mengganti ban. Kenapa? Karena hampir 100% goncangan yang terjadi akibat gesekan ban dengan jalan akan samapai ke seluruh bagian forklift dan mengganggu operator yang menjalankan tugasnya.

Untuk ban jenis solid pneumatic (ban mati), Anda akan menemukan lingkaran khusus sebagai indikator. Ketika bagian yang aus terkena gesekan sudah sampai ke batas lingkaran, artinya ban sudah harus diganti. Tapi karena bannya solid, dalam kondisi seperti ini biasanya tidak masalah jika tidak langsung diganti. Tapi untuk menghindari tergelincir, sebaiknya segera dilakukan penggantian.

Satu lagi pertanda yang membuat Anda harus segera mengganti ban: ketika ada bagian yang hilang atau retak. Dalam kondisi seperti ini, segeralah ganti ban Anda demi keselamatan kerja operator dan menghindarkan kerusakan pada forklift.

 

Cara yang Aman untuk Ganti Ban Forklift

Sebelum melakukan penggantian ban pada forklift Anda, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yakni:

  • Dongkrak khusus forklift
  • Kunci pas
  • Ban dengan ukuran yang tepat
  • Jika menggunakan ban jenis cushion, siapkan alat press.

 

Setelahnya, Anda bisa memulai proses penggantian dengan mengikuti instruksi berikut ini:

  1. Sebelum memulai, pastikan permukaan tempat Anda akan mengganti ban adalah permukaan yang rata dan bersih dari objek-objek yang mengganggu
  2. Dengan menggunakan kunci pas, longgarkan mur roda. Ingat, kendurkan sedikit saja jangan sampai mur benar-benar lepas
  3. Dengan menggunakan dongkrak khusus forklift, angkat sisi ban yang akan diganti
  4. Saat permukaannya sudah naik lebih tinggi dari permukaan lantai, lanjutkan proses pelepasan ban dengan melonggarkan lagi murnya
  5. Jika ban yang Anda gunakan adalah tipe solid pneumatic, Anda tinggal menggantinya dengan yang baru (silakan langsung lanjutkan ke langkah ke-7). Jika ban yang hendak Anda ganti adalah ban solid cushion, gunakan alat press untuk melepaskan bagian karet roda dan pasangkan yang baru
  6. Setelah Anda mengganti roda, kencangkan kembali mur dengan menggunakan jari tangan terlebih dahulu, kemudian gunakan kunci pas. Jangan memasang ban dengan terlalu kencang karena bisa merusak bagian hub-nya. Jangan terlalu longgar juga karena ini berisiko membuat ban terlepas saat forklift dioperasikan
  7. Periksa kembali roda dengan memastikan putarannya berjalan dengan baik dan yang penting penting roda harus bergerak seimbang
  8. Setelah Anda yakin ban terpasang dengan baik, turunkan forklift dengan cara melepaskan dongkraknya
  9. Coba lakukan test drive untuk menguji lebih lanjut forklift sudah nyaman dan layak kembali dioperasikan.

 

Melewatkan salah satu dari langkah-langkah di atas atau menggunakan peralatan yang tidak standar bisa berbahaya. Untuk menghindari kecelakaan, lakukan penggantian ban sesuai dengan yang diinstruksikan. Keseluruhan langkah-langkah penggantian biasanya memakan waktu hingga 30 menit.

 

Jangan Ganti Ban Forklift Satu Per Satu

Dengan berbagai alasan, Anda mungkin berpikir tidak ada salahnya mengganti salah satu ban terlebih dahulu. Tapi untuk keamanan kerja, hal ini sebaiknya dihindari. Demi keamanan dan keselamatan kerja, gantilah kedua ban dalam waktu bersamaan.

Mengapa? Mengganti salah satu ban saja ternyata sangat tidak aman. Anggaplah hanya ban sebelah kiri yang baru, sementara yang kanan dibiarkan dalam kondisi kurang baik. Ini mengakibatkan forklift jadi tidak seimbang saat bergerak. Risiko tergelincir tidak hanya akan membahayakan operator dan orang-orang di sekelilingnya tetapi juga berpotensi merusak forklift Anda.

 

Cara Penyimpanan Ban Forklift yang Benar

Ban biasanya memiliki daya simpan yang rendah, biasanya hanya dalam hitungan bulanan. Jika Anda suka menyimpan stok ban untuk berjaga-jaga, perhatikan cara penyimpanan agar ban tidak rusak sebelum dipakai. Usahakan gudang penyimpanan adalah ruangan yang gelap, sejuk, bebas dari minyak dan juga debu.

Dari segi daya tahan, ban solid atau ban mati biasanya lebih tahan lama dibandingkan ban pneumatic atau ban angin dengan rasio 2:1. Jadi setiap 1 kali penggantian ban solid, ada 2 ban pneumatic yang mengalami kerusakan.

Ada beragam jenis ban yang tersedia di pasaran untuk forklift Anda. Memilih yang paling tepat adalah cara untuk memaksimalkan kinerja alat berat Anda. Jika medan yang dilalui adalah jalanan terjal di luar ruangan, maka ban pneumatic adalah pilihan paling tepat. Jika forklift dioperasikan di dalam gudang dengan permukaan lantai yang halus, maka pilihlah ban polyurethane.

Karena prosedur penggantian ban memerlukan keahlian serta peralatan khusus, ada baiknya tugas ini Anda serahkan kepada tenaga profesional. Mengganti ban sendiri tanpa adanya dukungan perangkat serta skill, akan berbahaya bagi Anda dan juga forklift Anda. Hanya di indoautozone.co.id, Anda bisa menemukan beragam pilihan ban serta jasa tenaga ahli untuk mengganti roda forklift Anda.