Ketika mendengar kata excavator mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi. Namun demikian, nyatanya masih sedikit orang yang benar-benar memahami seperti apa alat berat tersebut. Inilah mengapa tak ada salahnya membahas tentang salah satu alat berat yang sering dijumpai di area proyek konstruksi tersebut mulai definisinya, bagian atau komponennya, cara kerjanya, dan lainnya. Ekskavator sendiri bekerja menggunakan sistem hidrolik sehingga alat ini juga dikenal dengan sebutan ekskavator hidrolis. Namun, memang lebih umum dikenal dengan istilah ekskavator saja.


Excavator merupakan salah satu dari jenis alat-alat berat yang secara spesifik sebagai salah satu peralatan konstruksi. Biasanya alat berat yang satu ini digunakan untuk menggali serta memuat tanah ke truk pengangkut. Alat berat ini juga bisa digunankan untuk mencabut tanggul, memecah batu, proyek pembongkaran aspal, ataupun lainnya. sebenarnya ada alat konstruksi lain yang memiliki bentuk hampir sama dengan ekskavator yang disebut sebagai backhoe atau beko. Dengan bentuk yang terlihat mirip, tak heran bila sebagian orang menganggap beko sebagai ekskavator.

Beko sendiri selain memiliki bentuk yang mirip dengan ekskavator, alat berat ini juga dilengkapi dengan bucket pada bagian belakangnya. Bucket inilah yang berfungsi sebagai pendorong tanah sehingga mirip dengan bulldozer. Bucket tersebut juga bisa digunakan untuk mengangkut ataupun memuat tanah ke truk pengangkut. Namun dari beko dan ekskavator yang cukup membedakan adalah ruang operator ekskavator mampu berputar hingga 360 derajat sedangkan pada beko tidak.

Penggunaan ekskavator ini dinilai lebih efektif dan efisien untuk melakukan sejumlah pekerjaan terutama di bidang penggalian dibandingkan saat menggunakan tenaga manusia secara manual. Selain itu, dengan desain ekskavator yang memang dirancang untuk berbagai pekerjaan di segala medan pastinya memudahkan dalam melakukan sejumlah pekerjaan. Saat ini, ukuran excavator yang tersedia lebih beragam karena kebutuhan yang juga bervariasi. 

Empat ukuran ekskavator yang harus diketahui

• Ekskavator mini yang biasanya digunakan untuk beberapa pekerjaan penggalian skala kecil seperti plumbing, landscaping, ataupun penggalian saluran. 
• Ekskavator kecil yang juga bisa digunakan untuk penggalian skala lebih besar. Biasanya digunakan di lapangan konstruksi.
• Ekskavator sedang memiliki fungsi tak jauh berbeda dengan ekskavator kecil.
• Ekskavator supersize yang biasanya digunakan di area pertambangan.

Masing-masing jenis dan ukuran ekskavator yang tersedia menyesuaikan kebutuhannya. Ketika area konstruksi memiliki area yang cukup sempit dan tidak memungkinkan untuk menggunakan ekskavator berukuran sedang maka bisa menggantinya dengan ekskavator yang kecil.

Secara umum, sebuah alat berat excavator terdiri dari tiga bagian utama yaitu work equipment yang merupakan bagian tuas dan berfungsi untuk memuat serta menggali atau menggaruk, upper structure meruakan bagian kabin atau ruang operator, mesin, dan lainnya, serta lower structure merupakan bagian bawah yang berupa track serta rangkaian mekanik untuk penggerak. Pada area lower atau bawah pada alat berat ekskavator tidak selalu menggunakan jenis crawler.

Biasanya jenis crawler digunakan di lapangan konstruksi termasuk area dengan tanah lembek dan basah. Selain itu, ekskavator juga bisa menggunakan jenis roda terutama untuk area perumahan ataupun perkotaan sehingga tidak merusak jalanan yang dilalui. Tentunya baik yang jenis crawler ataupun wheel (roda) memiliki sisi kelebihan dan kekurangannya. Hanya saja, kedua jenis ekskavator tersebut tersedia untuk memungkinkan penggunaan alat berat tersebut di berbagai medan. Dengan tersedianya beberapa jenis dan ukuran excavator yang ada akan semakin memudahkan pekerjaan manusia terutama di bidang konstruksi.