Di Indonesia ada banyak sekali alat transportasi yang digunakan baik untuk angkutan umum atau bahkan angkutan manusia. Jasa angkutan memegang peranan penting untuk bidang ekonomi. Tentu saja dalam hal ini banyak proses distribusi barang pasti membutuhkan truk apalagi untuk mengangkut barang dalam kapasitas yang cukup besar. Nah, truk terus diminati salah satunya adalah jenis truk gandeng karena sangat handal dalam segala macam jenis medan baik ringan maupun berat dan dari sisi biaya juga lebih ekonomis karena bisa mengangkut barang skala besar hingga kapasitas diatas 20 ton. 

Truk gandeng adalah truk yang memiliki gandengan pada bagian belakangnya. Jumlah gandengan ini ada yang hanya satu namun juga ada yang dua buah untuk kapasitas angkut yang cukup besar. Untuk truk jenis gandeng ini memiliki daya muat yang berbeda yaitu ada bagian engkel atau kepala yang kapasitas muatannya sebesar 14.000 kilogram. Dan juga bagian gandeng atau ekor yang kapasitas muatannya sebesar 16.000 kilogram. Biasanya barang yang akan dikirim akan dimuat di dalam bak yang kondisinya terbuka lalu kemudian akan ditutup dengan menggunakan terpal dari bahan plastic atau parasit. Dalam kapasitas pengiriman jumlah yang besar maka biaya nya lebih hemat apalagi jika dibandingkan dengan truk jenis engkel.

Variabel-variabel dalam truk yang perlu diketahui

Untuk daya angkut truk sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis variable yang mengikuti jumlah ban yang ada, jumlah sumbu yang ada, kekuatan ban, lebar tapak yang dimiliki ban truk gandeng, hingga daya dukung jalan yang dilewati. Masing-masing truk memiliki kapasitas maksimal yang bisa ditampung dan jika kelebihan muatan maka sangat tidak disarankan karena khawatir akan menimbulkan kecelakaan yang berbahaya. Lalu untuk mekanisme kemudinya juga berbeda. Untuk jenis kemudi truk king maka bagian lengan kemudi akan berputar langsung di titik pusat. Jika sudut belok yang tidak disesuaikan maka yang terjadi adalah ban bisa tergesek dengan jalanan yang dilewati. Untuk itu biasanya driver yang mengemudikan truk gandeng ini harus menguasai skill menyetir dengan kemampuan khusus begitu juga dengan jenis SIM yang digunakannya maka berbeda dengan driver mobil biasa. 

Karena body truk ini memang cukup besar bahkan tidak jarang membuat jalan raya menjadi penuh maka mengendalikan truk memang merupakan tantangan yang sangat berat. Selain itu yang harus disiapkan juga masalah stamina karena biasanya perjalanan memerlukan waktu yang lama apalagi jika pengantaran barang harus melewati banyak propinsi seperti dari Jawa ke Sumatera atau dari Bali ke Jawa dan seterusnya. Semakin banyak jumlah gandengannya dan semakin besar kapasitas yang mampu ditampungnya maka jumlah ban truk gandeng juga akan semakin banyak. Untuk system gandengannya sendiri juga tidak hanya asal pasang karena ini sudah ditetapkan dalam ijin khusus dan ada aturan yang harus ditaati. Selain memperhitungkan standard keselamatan juga terkait dengan kondisi keamanan barang dan kendaraan itu sendiri saat diperjalanan. 

Truk gandeng berkapasitas besar sehingga memang harus taat aturan karena terkait dengan kondisi jalan yang harus dijaga usianya. Jika truk terus dimuati beban yang melebihi kapasitasnya maka nantinya dikhawatirkan usia pakai jalan tidak akan lama dan mudah rusak maka akan menimbulkan biaya operasional yang lebih besar untuk perbaikan disana sini. Untuk usia gandengannya sendiri berbeda tergantung dengan tahun pembuatan dan perakitan truk itu sendiri. Untuk keluaran terbaru harganya memang jauh lebih mahal namun menggunakan teknologi yang lebih modern dibandingkan truk keluaran lama.